Gebyar HUT RI ke-80 Bersama Prof. Didin Hafidhuddin, M., Sc: elTAHFIDH Indonesia Angkat Peran Ulama dan Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan

Bogor – Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80, elTAHFIDH Indonesia bersama Pemuda penghafal Al-Qur’an Indonesia (PPAI) menggelar acara akbar bertajuk “Gebyar HUT RI ke-80: Peran Ulama dan Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 30 Agustus 2025, di kawasan Lembah Jatisari, Islamic School elTAHFIDH, Cileungsi, Bogor, Jawa Barat, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai.

Acara istimewa ini menghadirkan tokoh nasional dan ulama kharismatik, Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc., yang dikenal luas sebagai pakar ekonomi syariah sekaligus Ketua Dewan Penasehat PPAI Dan Ketua Umum BKsPPI. Kehadirannya menjadi magnet utama bagi para peserta, khususnya para santri dan santriwati dari berbagai daerah yang merupakan santri Islamic Boarding School elTAHFIDH turut serta meramaikan momentum kebangsaan ini.

Mengangkat Tema Kebangsaan dan Spirit Kemerdekaan

Mengusung tema “Peran Ulama dan Pemuda dalam Perjuangan Kemerdekaan Indonesia”, acara ini tidak hanya menjadi perayaan simbolis HUT RI, tetapi juga wadah refleksi sejarah dan penguatan nilai kebangsaan. Sejarah mencatat, ulama dan pemuda memiliki peran besar dalam perjuangan melawan penjajah, baik melalui jalur dakwah, pendidikan, maupun pergerakan sosial.

Prof. Dr. KH. Didin Hafidhuddin, M.Sc. menekankan bahwa ulama dan pemuda harus senantiasa bersinergi menjaga keutuhan bangsa, memperkuat moral masyarakat, serta mengisi kemerdekaan dengan kontribusi nyata di berbagai bidang.

“Ulama adalah pilar moral bangsa, sedangkan pemuda adalah motor penggerak perubahan. Jika keduanya bersatu, Indonesia akan semakin maju dan bermartabat,” ujar beliau dalam sesi utama acara.

Semangat Kemerdekaan Bersama Santri dan Masyarakat

Acara gebyar ini dikemas dengan beragam kegiatan bernuansa kebangsaan dan Islami. Mulai dari upacara bendera, lomba kreativitas santri, kajian kebangsaan, hingga doa bersama untuk Indonesia yang lebih baik.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang silaturahmi antar-ulama, guru, santri, dan masyarakat sekitar. Kehadiran tokoh nasional seperti Prof. KH. Didin Hafidhuddin semakin memperkuat nilai spiritual sekaligus nasionalisme dalam peringatan HUT RI ke-80.

“Santri bukan hanya pewaris ulama, tetapi juga pewaris bangsa. Dengan bekal Al-Qur’an, mereka akan menjadi generasi tangguh yang mampu menjaga persatuan dan membangun negeri,” tutur Abi Dr. Jhon Edy Rahman dalam sambutannya.

Visi elTAHFIDH Indonesia: Mewujudkan Pribadi dan Masyarakat Qur’ani

elTAHFIDH Indonesia sejak awal berdiri memiliki visi besar untuk mencetak generasi Qur’ani yang berkarakter, berakhlak mulia, dan mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa. Melalui pendidikan berbasis Al-Qur’an, diharapkan lahir pemimpin-pemimpin muda yang tidak hanya cerdas intelektual, tetapi juga memiliki kecerdasan spiritual dan sosial.

Momentum peringatan kemerdekaan ini semakin mempertegas komitmen tersebut. Dengan tagline “Bersatu, Berdaulat, Rakyat Sejahtera, Indonesia Maju”, elTAHFIDH mengajak seluruh elemen bangsa untuk terus menjaga persatuan dan mengisi kemerdekaan dengan amal terbaik.

Harapan untuk Indonesia Emas 2045

Selain memperingati HUT RI ke-80, acara ini juga menjadi refleksi menuju Indonesia Emas 2045. Para tokoh menegaskan bahwa peran ulama dan pemuda akan sangat vital dalam menentukan arah bangsa.

“Indonesia membutuhkan pemuda Qur’ani yang mampu bersaing di tingkat global tanpa kehilangan jati diri keislaman dan kebangsaannya,” ungkap Prof. KH. Didin Hafidhuddin.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk meneladani semangat perjuangan ulama dan pemuda di masa lalu, sekaligus menyiapkan generasi yang siap mengawal masa depan bangsa.

Gebyar HUT RI ke-80 yang diselenggarakan elTAHFIDH Indonesia bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan momentum penting untuk mengingat kembali peran ulama dan pemuda dalam sejarah perjuangan bangsa. Dengan hadirnya tokoh nasional seperti Prof. KH. Didin Hafidhuddin, acara ini menjadi ajang penguatan nilai kebangsaan, keislaman, dan komitmen bersama dalam mengisi kemerdekaan.

Semoga melalui kegiatan ini, lahir generasi Qur’ani yang siap membawa Indonesia menuju masa depan yang lebih gemilang, adil, makmur, dan berdaulat.

Scroll to Top